Mar 21, 2021

Sukses, untuk bisa bermanfaat bagi sekitar.


Sudah memasuki akhir Maret, dan kurang dari satu bulan lagi masuk bulan puasa. Bulan puasa ke dua di mana anak-anak puasa sambil sekolah dari rumah. Entah, apakah tetap akan ada tugas atau sekedar hal-hal yang berkaitan dengan agama dan khususnya puasa nantinya dari sekolah. Saya sih tetap berharap ada pembelajaran biasa, salah satunya untuk mengisi waktu anak-anak. Tapi mungkin dengan tugas yang lebih ringan dan fleksibel dalam hal pengumpulannya.

Saat puasa memang banyak hal harus dipersiapkan, kegiatan anak-anak terutama. Saya biasanya membuatkan tabel untuk mereka isi terkait dengan ibadah mereka. Sholat 5 waktu, sholat tarawih, sholat witir. Walau anak-anak sudah terbiasa puasa satu hari penuh, saya tetap membuatkan semacam tabel untuk mereka isi apakah mereka puasa penuh atau tidak, kemudian kegiatan ibadah apa yang mungkin terlewat.


Baca juga : Satu Tahun Belajar Dari Rumah


Selain mempersiapkan kegiatan anak-anak satu hal yang juga nggak kalah penting dipersiapkan adalah menu-menu yang biasanya saya jadwalkan perharinya. Mulai dari takjil atau camilan saat berbuka, dan menu utama untuk saat sahur dan berbuka.

 

Untuk masalah menu terlebih menu camilan saya selalu melibatkan anak-anak, hal ini salah satunya yang bisa membuat mereka semangat untuk puasa.

 

Nah, masalah camilan ini salah satu bahan yang selalu saya banyakin stocknya daripada bulan lainnya adalah pertepungan. Dan Alhamdulillah sekali, di awal bulan Maret kemarin teman-teman Ning Blogger Surabaya (NBS) diajak berkenalan dengan UMKM dari daerah Sidoarjo. Dan saya berkesempatan ngobrol walau tidak dengan tatap muka dengan Ibu Fila, seorang ibu yang bergelut di bisnis tepung bumbu.

 

Hal yang paling membuat saya penasaran diawal adalah apa yang membuat Ibu Fila memutuskan untuk berbisnis tepung bumbu, karena setahu saya kebanyakan bisnis UMKM itu jika berupa makanan tentu bentuknya makanan yang siap saji. Dan tepung bumbu sendiri kan sudah cukup banyak pilihan di masyarakat.

 

Ternyata ibu Fila awalnya tidak langsung berbisnis tepung bumbu, melainkan berjualan makanan siap saji berupa sate crispy dengan berbagai varian rasa, seperti jamur, ikan, ayam dan udang. Saat kemudian sate crispynya didaftarkan ke MUI untuk memperoleh sertifikat halal, teryata da pihal MUI memberikan masukan agar tepung bumbunya juga diberi sertifikasi halal dan kemudian bisa diperjualbelikan. Sejak saat itu ibu Fila lebih fokus pada bisnis tepung bumbu, salah satu alasannya untuk bentuk pemasarannya jangkauannya bisa lebih luas daripada sate crispynya.


Selain itu bagi Ibu Fila sendiri, bisnis tepung bumbunya ini juga bisa menjadi salah satu solusi bagi ibu muda untuk bisa menyajikan masakan sehat dengan bahan yang praktis. Ya, kan kebanyakan ibu-ibu pastinya menginginkan sebuah kepraktisan, tetapi tetap sehat. Ya, kaaaaan...




Saya baru mencoba dua varian tepung bumbu Bunda milik Ibu Fila, yaitu crispy original dan tepung pisang. Karena ya memang anak-anak cukup senang dengan tahu crispy dan pisang goreng. Ternyata kata Ibu Fila varian tepungnya cukup beragam. Mulai tepung crispy yang original juga ada yang pedas, kemudian ada tepung pisang atau varian yang manisnya. Nah selain itu jug ada Tepung Donat, Tepung Dorayaki, Tepung Pizza, Tepung Ote-ote, Tepung Bakso, dan  Tepung ayam premium.

 

Setelah mencoba menggunakan tepung crispy dan tepung pisangnya, fix sih saya bakal nyetok varian lainnya. Hahaha, karena cara penggunaannya yang bener-bener praktis tanpa perlu penambahan bumbu apa-apa lagi, crispynya juga tahan lama. 

 

Ah ya, dan tahu nggak kalau Bu Fila juga menjual Wader Crispy Frozen. Saat Bu Fila menginformasikan hal itu langsung bahagiaaaaa saya, karena Ikan Wader salah satu ikan fav keluarga, yang kadang saat cari di pasar tradisional jarang banget nemu. Ini kan enaaaaak, sudah frozen pula. Penyimpanan pasti gampang dan kalo mau menikmati tinggal goreng, praktiiiiis.

 

Dan ada jahe merah instan juga yang dijual Ibu Fila, cocok banget kan buat sandingan makan gorengannya. Hmmmm, bener-bener paket komplit sih. Sekali pesan bisa kalap ini. Nah kalau kalap, bisa juga loh menjadi peluang kerja sama dengan Ibu Fila dengan cara menjadi reseller atau dropshiper. Cara gabungnya pun gampang, cukup berbelanja Rp. 100.000,- dalam satu nota dan tidak harus hanya satu varian. Bisa mix. Duuuuh gampang kaaaaan!!

 

Tapi misal kalian mau mencoba dulu, kalian bisa membelinya via Instagram dan Facebook. Atau kalian yang ada didaerah Sidoarjo atau mungkin dalam perjalanan melewati Sidoarjo bisa banget beli offline di Glalaharum RT 18 RW 04 Porong Sidoarjo.

 

Saya jamin, kalian pasti akan kalap!! Hahaha, karena harganya pun terbilang cukup terjangkau.

 

Tepung Crispy nya antara Rp. 18.000,- sampai dengan Rp.20.000,- Bahkan yang ukuran 400gr harganya hanya Rp. 9.000,- untuk yang original, Rp. 9.500,- untuk tepung pisang dan Rp. 10.000,- tepun pedasnya.

 

Hal yang paling diutamakan dalam produksi tepung bumbu serbaguna “Bunda” ini adalah tanpa adanya pengawet, tanpa adanya pewarna dan menggunakan bahan baku pilihan. Kemudian ketika telah diolah pun hilnya tidak alot dan crispynya bisa bertahan lebih lama. 

 

Diakhir pembicaraan dengan Ibu Fila saya sempat menanyakan apa harapan beliau untuk bisnis tepung bumbu “Bunda” yang telah beliau rintis. Eliau berujar, “tentu saya ingina menjadi produsen yang sukses dan untuk kemudian bisa memiliki pabrik, yang dari situ bisa bermanfaat bukan hanya bagi pembeli dan penikmat tepung bumbu “Bunda” tetapi juga bagi orang sekitarnya, dengan membuka peluang kerja dan kerjasama”. Mendengar itu saya langsung ingin pinjem toak, untuk mengamini harapan beiau.

 

Senang rasanya bisa ngobrol dengan penggiat UMKM, jadi termotivasi juga. Dan rasanya bulan puasa kali ini saya akan lebih bisa variasi sendiri dalam membuat camilan untuk berbuka. Hmmm. Buat donat atau pizza atau bakso atau dorayaki juga bakal praktis nih. Jadi nggak sabar nunggu puasaan. Hahaha.

No comments:

Post a Comment