Pages

Dec 13, 2020

Sudah bersyukur?

Sudah bersyukur hari ini?

Saya dan suami sejak awal menikah, sering membahas apa yang harus kami syukuri sebelum kami beranjak tidur.Kalau akhirnya misal suami pulang kerja malam dan posisi saya sudah tidur, maka kami akan membahasnya saat pagi. Selesai subuhan. 

Dan hal itu berlanjut terus sampai kami memiliki anak sekarang ini.

Lebih seringnya sekarang adalah pagi, setelah kami sholat subuh. 

Saya sering menekankan ke anak-anak, bahwa dengan kita bangun tidur dalam keadaan sehat adalah hal yang harus disyukuri. Kemudian bisa sholat tepat waktu tanpa harus mengulur waktu. Kemudian kami akan membicarakan apa yang tejadi kemarin. Mungkin lebih ke anak-anak yang berebut cerita apa yang mereka jalani seharian kemarin.

Kami mencoba membangun bonding dengan anak tanpa gangguan bacaan, atau TV bahkan Hp dengan anak. Dengan mengingatkan apa yang bisa mereka syukuri, mengingat apa yang sudah mereka terima. Mengingatkan juga apa mereka sudah mencoba berbagi dengan sesama. Walau keadaan covid ini kadang membuat mereka di rumah dan tidak bisa kemana-mana, mereka tetap bisa berbagi dengan cara menabung dan ikut berdonasi saat hari jum'at.

Lanjut dengan membicarakan rencana apa yang mereka ingin lakukan hari ini, dan apa sih yang mereka inginkan dilakukan besok-besok. Yang mungkin baru sekedar rencana.

Seperti yang terjadi hari ini. Kami mengucap syukur karena masih dilindungi Allah dari segala niat dan perbuatan jahat orang lain. Hal ini karena ada satu kejadian yang menimpa salah satu teman kami, kemarin. Mereka bersyukur karena berhasil melewati PAS dengan nilai yang baik dan akhirnya libur. Mereka juga bersyukur sudah menyelesaikan hafalan surah Al Buruj. Baik Ziandra maupun Zianka.

Sebenarnya apa yang mereka syukuri juga salah satu bentuk rasa syukur saya. Mereka sudah libur ya saya juga ikut seneng sih walau kadang kok rasanya liburnya lama bener, hahaha. 

Terkadang dengan membicarakan hal apa yang kami syukuri dari apa yang terjadi di hari sebelumnya, salah satu jalan saya juga untuk mengajarkan pada anak-anak untuk kemudian tidak melulu melihat apa yang tidak mereka miliki. Fokus dengan apa yang sudah dimiliki.

Dan hal lain yang membuat saya bersyukur tidak hanya hari ini, tetapi setiap hari adalah diberikan suami yang benar-benar mengerti saya dan segala keanehan saya. Yang suka tiba-tiba jadi orang rajin tapi sambil ngomel, yang tiba-tiba jadi pemalas sampe makan kudu gofood mulu, yang tiba-tiba pengen bisa ngerajut, yang tiba-tiba pengen nanem-nanem. Ah ya gitu lah pokoknya.

Bersyukur di masa pandemi seperti ini, kami masih bisa melakukan hal-hal yang menjadi hobby kami masing-masing walau hanya di rumah saja. Ziandra dengan hobby baca dan gambar, Zianka hobby nari bebas (hahaha) dan bemain peran. Saya dengan kesukaan baru yang sebenarnya nggak baru, yaitu fotografi. Suami, hobbynya tidur. Hahaha, maklum dia sudah kerja sedikit seperti normal jadi ya lebih banyak di luar rumah.

Baca juga : Marah, boleh?

Hal lain yang menjadi ungkapan syukur kami adalah ketika suami pulang kerja anak-anak berhambur menyambut, seperti saat mereka masih kecil dulu. Walau mungkin sekarang ada embel-embel, bawa apa Yah? Hahaha berharap ayahnya bawa jajanan. Hal yang kadang ketika anak-anak berlari menyambut ayahnya adalah hal aneh bagi sebagian tetangga. Ih, sudah besar kok kaya anak kecil aja. Saya sih malah seneng. 

Ah, ya ada satu hal yang mungkin sepele, tapi saya bersyukur atas terik yang diberikan Allah sejak pagi hingga siang tadi karena akhirnya cucian saya keriiiing.

1 comment:

  1. Saya bersyukur bisa kenal Mbak Inge, walaupun belum pernah kenalan langsung, meskipun belum pernah ketemu langsung tapi mbak Inge sudah banyak membantu saya. Sehat2 ya untuk Mbak Inge, Suami, dan anak2.

    ReplyDelete