Pages

Jan 28, 2016

Masa lalu

Semalam, karena nggak bisa tidur tapi malas untuk nonton dvd ataupun membaca novel saya akhirnya utak atik HP dan berujung dengan baca blog lama (cyberdreambox) yang saya private. Membaca tulisan-tulisan lama itu saya menyadari bahwa gaya tulisan saya banyaaaaak berubah. Sepertinya dulu saya begitu ceplas ceplos, begitu terbukaaaaa... Walau banyak hal saya tuliskan secara tersirat saja.

Jan 27, 2016

Baju anak.

Saat memilih baju anak, hal yang paling utama menjadi patokan saat memilih adalah kenyamanan. Setelahnya, baru harga sih kalau saya hehehe. Soalnya baju anak-anak sekarang bisa sama atau bahkan lebih mahal dari baju emaknya. Huhuhu.

Kalau anak cowok, baju pasti hanya berkisar pada celana dan kaos atau kemeja. Untuk anak cewek tentu lebih bervariasi. Tapi entah ya, untuk anak cewek saya kebanyakan juga celana dan kaos plus hijab. Duh, bukan maksud jadiin anak tomboy sejak kecil tapi saya kok kurang suka makein anak say rok mini yak... Pengen makein rok panjang tapi kok kalo jalan-jalan dianya malah berasa gak bebas karena tingkah anak perempuan saya lebih aduhai daripada Masnya.

Untuk baju ngaji dia punya beberapa gamis, tapi kadang juga pake kaos tapi lengan panjang dan gambar karakter anak muslim.


Jan 26, 2016

Segiempat

Rasanya saya sudah lama tidak menggunakan hijab dengan model segiempat. Rasanya sudah begitu nyaman menggunakan hijab bergo, bahkan saya tidak tambahkan aksesoris apapun. Awal saya lebih memilih jilbab bergo adalah sejak memiliki anak kedua. Ketika anak pertama saya bahkan masih suka pake hijab model phasmina. Karena kalau jalan-jalan anak kalaupun harus gendong ada suami yang siap sedia ngegendong, sedang kalau menyusui ada apron untuk menutupi.

Sedang ketika punya anak kedua, gendongin anaknya sudah satu-satu, suami gendong yang besar sedang saya yang kecil. Jadinyaberasa ribet sendiri. Akhirnya mulai deh menggunakan hijab bergo, terkadang hijab segiempat yang ukurannya besar. Makin kesini, makin suka dengan hijab bergo karena praktis, terlebih untuk yang ukurannya besar atau syar'i benar-benar membuat saya nyaman, tidak bingung menutup bagian tubuh yang kadang kalau menggunakan hijab biasa suka nggak sengaja keumbar. Terlebih ketika memiliki anak kedua beberapa ukuran tubuh membesar secara signifikan, rasanya nggak akan nggak keumbar kalau pakai hijab ukuran biasa. Risih.

  

Jan 25, 2016

Si Krucil yang Pinter Njawab.

Dulu, saat Ziandra seusia dengan Zianka bisa digolngkan sebagai anak pendiam. Sepertinya dia bukan tipe yang bertanya, tetapi mengamati. Terkadang, tanpa bertanya dia bisa melakukan sesuatu tanpa pernah saya ajari. 

Selain itu, kalau Ziandra diberitahu, atau diminta sesuatu termasuk yang penurut sekali.

Bagaimana dengan adiknya?


Jan 24, 2016

Review : Oh My Ghost

Sejak nonton serial korea berjudul "Master Sun's" saya beberapa kali cari film dengan genre mirip dengan serial tersebut. Berbau hantu tetapi nggak horror. Nah loh, gimana tuh... hantu tapi nggak horror. Hehe.

Setelah terselingi beberapa serial drama yang lain akhirnya saya menemukan satu serial dengan "tema" mirip Master's Sun. Saya nggak terlalu banyak cari tau tentang serial ini, hanya tau bahwa film ini ada tentang hantu tetapi nggak serem.


Jan 18, 2016

Pemilih

Duo bocah saya ini kalau masalah makan alhamdulillah nggak terlalu ada masalah. Kalau dibilang pemilih juga tidak terlalu hanya masalah selera saja. Mas Ziandra penyuka gurih dari pada manis, walau tidak berarti yang manis-manis ditolak. Kalau Adik Zianka justru sebaliknya.

Tapi makannya anak-anak ini juga tergantung mood. Ziandra sering menolak kalau ditawari buah, tetapi misal ada buah nganggur di kulkas tiba-tiba abis aja, hehehe. Kadang ini yang membuat orang langsung judgement kalau Ziandra termasuk tipe pemilih.

Jan 14, 2016

Terpengaruh

Dulu, yang saya pikir pengaruh lingkungan pada anak itu hanya sebatas sampai anak meniru. Seperti kosa kata yang kadang kita merasa nggak pernah ajar kan eh tiba-tiba anak udah tau aja.

Ada hal yang buat saya baru dan masih belum pasti hanya kemungkinan saja.

Ziandra dan Zianka kalau masalah rebutan masih terjadi tapi mereka sudah cukup mengenal tentang berbagi. Rebutan pun hanya menjadi sebuah fase dimana mereka akhirnya mengenal apa itu berbagi dan mengalah.

Tapi kemudian ada satu hal terjadi.

Zianka tiba-tiba menjadi begitu pelit. Dia nggak mau berbagi bahkan untuk barang yang ada ditangannya ada dua. Bahkan dia sampai menangis karena dipaksa untuk berbagi. Dan itu hanya ketika saya atau ayahnya memberikan barang itu untuk dia dan akhirnya ketika disuruh meminjamkan dia nggak mau.

Pernah saya pertanya, "kenapa kok nggak mau berbagi?"  Dia hanya bilang, "emoh, ini punya adik."

Yang sempat terpikir oleh saya, pengaruh dari mana?

Satu hal yang say amati, yaitu ketika Zianka sedang dengan sepupunya, anak dari adik suami saya, yang usianya lebih muda dia sering diminta untuk mengalah. Sedang sepupunya ini sering kali apa yang dipegang Zianka akan dia minta. Zianka tidak pernah menolak jika diminta berbagi.

Saya hanya terpikir, apa ini berpengaruh?

Kalau dia meniru saya masih bisa meminimalisir dengan memberikan pengertian bahwa apa yang dia tiru itu tidak baik. Dan alhamdulillah dia bisa menerima. Untuk pelitnya ini juga kerap saya beri pengertian hanya saja saya masih was-was jika ada pengaruh lainnya.

Mengajarkan anak mengalah itu baik, tetapi terlalu sering meminta anak untuk mengalah pastinya ada efek lain yang tentu kurang baik.

TK untuk Mas Ziandra

Tahun 2016 baru saja di mulai tapi rupanya emak-emak mulai puyeng buat nyari sekolah untuk anaknya. Yup, padahal ajaran baru nanti dimulainya bulan Juli-Agustus tapi sedari awal tahun kerempongan sudah mulai terlihat. Saling bertular informasi dengan sesama wali murid di paud, sampai mendatangi sendiri sekolah-sekolah yang menjadi tujuan.

Begitupun dengan saya, untuk masuk TK ada beberapa pilihan namun ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan mau memasukkan ke sekolah yang mana.

1. Biaya.
Mahal atau tidaknya sebuah sekolah, itu selain diukur dari apa saja yang akan diberikan oleh sekolah itu juga ukurannya adalah kemampuan orang tua sendiri. Ingat, walau mungkin banyak orang mengatakan sekolah A murah atau sekolah B mahal kita tidak bisa hanya terpaku pada panilaian orang. Kita harus benar-benar mampu mengukur kemampuan kita sendiri.

Hal yang harus diperhatikan dalam hal biaya adalah jangan sampai uang ibu bapak tersedot hanya kemasalah sekolah saja, tetapi pertimbangkan juga dengan tabungan untuk tingkatan selanjutnya. Kalau emaknya harus ngirit dalam hal beli baju mah ya nggak apa, tapi jangan sampai ngirit dalam hal menabung.

2. Fasilitas sekolah.
Fasilitas di sini bukan hanya kondisi fisik sekolah, tetapi juga guru-gurunya. Ada sekolah yang bangunannya bagus fasilitas lengkap tetapi gurunya kurang, satu kelas hanya diisi 1 guru dengan lebih dari 15 murid. Bagi saya itu sudah kurang, karena di masa TK walau anak diajarkan kemandirian tetapi fokus seorang guru adalah hal yang sangat penting.

3. Kegiatan sekolah.
Kegiatan selama di sekolah ini juga penting, karena ada beberapa sekolah yang waktu sekolahnya hanya 2-3 jam, ada yang sampai 5-6jam. Di sini kita perlu tau apa saja yang akan dilakukan di sekolah, apakah sesuai dengan kemampuan anak kita, jangan sampai kegiatan di sekolah justru membebani anak nantinya.

Atau kegiatan sekolah yang justru di bawah kemampuan seorang anak, sehingga justru menyebabkan anak tidak ada perkembangan. Hanya stuck ditingkat itu-itu saja.

4. Letak sekolah.
Jauh dan dekat sekolah harus disesuaikan dengan kemampuan orang tua untukmengantar dan menjemput. Jangan sampai alasan memilihkan anak di sekolah yang dekat supaya anak bisa pulang pergi sendiri, tetapi utamakan kemampuan orang tua untuk mengantar dan menjemput.

***

Bagaimana dengan TK Ziandra.

Saya sempat dibuat bingung dengan pemilihan TK untuk Ziandra ada sekolah yang untuk pertimbangan 1 dan 4 cocok tetapi tidak dengan pertimbangan 2 dan 3. Tetapi sekolah yang lain, cocok di pertimbangan 2-4 tapi sedikit berat dipilihan 1. Karena kami memikirkan untuk tahun-tahun selanjutnya, dan juga masih ada adiknya yang juga harus diperhitungkan karena beda usia mereka yang tidak begitu jauh.

Kami, saya dan suami, harus berhitung ketat hingga akhirnya memutuskan memasukkan Ziandra ke salah satu TK yang insyaAllah cocok untuk Ziandra.

Jan 12, 2016

Bukan Kompetisi.

Mungkin terkadang tanpa sadar kita membandingkan satu anak dengan anak yang lain. Umur segini sudah bisa jalan, umur segitu udah bisa bicara, baru umur segini udah bisa baca, sudah umur sekian kok belum bisa berhitung dan lain sebagainya.

Nggak jarang juga sekarang muncul artikel-artikel tentang tumbuh kembang anak. Baik tidaknya mengajarkan sesuatu pada seorang anak, atau dampak-dampak buruk ketika anak diajarkan sesuatu terlalu dini.

Jan 5, 2016

Buku-buku di awal 2016

Setelah tahun lalu mood baca yang tiba-tiba anjlog karena satu dan lain hal, begitu juga dengan mood review, tahun 2016 ini bacaan saya diawal tahun ternyata bisa membuat mood baca saya bisa dikatakan kembali lagi. Walau menurut saya sendiri bacaan diawal tahun ini cukup mengejutkan dari segi genre buku-bukunya.

Ada 3 buku yang saya baca diawal tahun ini, dan sudah dua yang selesai. Wow banget gak sih hahahaha, apalagi dua buku yang sudah selesai saya baca tersebut sudah saya review. yey!!

Buku-buku tersebut adalah

1. Bukan Ibu Biasa, by Ummu Balqis