Pages

Nov 12, 2018

To All The Boys I’ve Loved Before : Book and Movie

Ketika tau sebuah buku akan di filmkan, satu titik saya penasaran dengan bagaimana filmnya. Tapi di titik lain saya kadang khawatir, bahwa film akan merusak segala imajinasi saya yang terbangun saat saya membaca bukunya.
Tapi, sebisa mungkin saya tidak berekspektasi apapun akan filmnya, tidak berusaha selalu membandingkan dengan bukunya. Karena pekara detail, tentu di buku akan bisa lebih tersampaikan detailnya.

Kadang masalah datang sejak awal, sejak tahu siapa yang akan memerankan para tokoh yang ada dalam buku. Seperti saat tahu, siapa yang akan memerankan tokoh-tokoh film dari buku To All The Boys I’ve Love Before.

Tapi tentu nggak adil langsung memberikan penilaian kan, tanpa menonton filmnya dulu.

Ah, ya untuk bukunya saya sudah membaca sesudah diterjemahkan dan diterbitkan oleh Penerbit Spring.

Saat akhirnya filmnya tayang di NetFlix entah kenapa saya selalu menunda untuk menontonnya. Rasanya pemikiran saya bahwa pemerannya kurang pas, terutama pemeran Lara Jean masih kurang pas jadi salah satu alasannya.

Hingga akhirnya, saat saya menunggu anak lanang pulang sekolah saya nggak ada kerjaan di sekolahnya dan teringat film ini.

Setelah menonton, sama seperti saat membaca bukunya, rasanya sayang kalau tidak langsung menyelesaikannya.

Cerita tentang surat-surat Lara Jean yang memang sengaja dia buat, namun tidak untuk dikirimkan pada siapapun. Surat tentang perasaannya pada laki-laki yang pernah dia suka. Tapi ternyata, surat itu sampai ke semua (lima sih tepatnya) lelaki yang dia maksudkan, salah satunya adalah Josh, pacar kakaknya, mantan lebih tepatnya.

Tapi kisah rumitnya bukan hanya dengan Peter K, teman masa kecil Lara Jean, yang juga dikirimi surat.

Dan setelah menonton filmnya, saya suka dengan hubungan Lara dan Peter. Walau mungkin pemeran Lara buat saya kurang cocok, tapi entah mengapa ketika menonton filmnya, saya rasa kok cocok ya ketika disandingan dengan Peter.

Suka bagaimana ketika mereka berdua bicara tentang real stuff. Rasanya klik banget, dan banyak kalimat-kalimat yang jleb.

Hubungan yang terbangun antara Lara dan Peter, makin bikin penasaran dan gemes walau ya, sudah tau ceritanya dari buku.  Bagaimana awal mereka bersama, dengan segala perkembangannya yang bikin penasaran, belum lagi hubungannya dengan Josh.

Jadi saya tidak akan membandingkan secara langsung antara buku dan filmnya. Dari awal baca bukunya, saya sudah suka, dan ketika akhirnya menonton filmnya saya juga suka.

Buat kamu yang suka tontonan ringan dan menghibur, saya rasa cocok untuk nonton film ini. Bukunya pun oke, namun untuk bukunya sendiri berseri. Jadi sebenarnya cerita Lara dan Peter belum benar-benar berakhir, tapi saya rasa ending dari filmnya sudah cukup baik, seandainya tidak dijadikan berseri seperti bukunya.

Ah, ya jika kamu punya rekomendasi film yang berdasarkan buku, boleh loh rekomendasikan ke saya. Kalau bukunya saya belum punya dan baca, saya akan berusaha baca bukunya dulu sebelum nonton filmnya. Dan akan saya review bukunya dulu di blog Bacaan Inge. Baru setelahnya saya review filmnya. :)


3 comments:

  1. Beli bukunya di mana Mba?

    Pingin yg versi bhs Inggris biar otakku tidak beku 😅

    ReplyDelete
  2. Bookmark dulu lah..kalau ada kesempatan bisa nih masuk list buku nya

    ReplyDelete