Pages

Mar 8, 2018

Untuk Generasi yang Lebih Baik, Perhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Anaknya kok mungil? 
Ya... lihat donk bapaknya tingginya segitu emaknya tingginya segini, wajarlah anaknya mungil.
Pernah mendapat atau memberi pertanyaan atau jawaban serupa? Tapi apa benar bahwa tinggi pendeknya anak dipengaruhi faktor genetik?

Beberapa kali saya sempat membaca tentang stunting, istilah untuk masalah yang dihadapi oleh seorang anak yang terhambat pertumbuhannya sehingga menjadi lebih pendek dari teman-teman seusianya. Stunting ini disebabkan oleh kurangnya asan gizi baik yang diterima oleh seorang anak.


Jadi kalau anak mungil (kalau nggak mau disebut stunting) faktor genetik memang mempengaruhi tetapi yang lebih mempengaruhi adalah asupan gizinya. Dan ternyata, di Inonesia 7,8 juta penduduknya mengalami stunting, dan berada pada urutan kelima terbanyak di dunia yang penduduknya pengalami stunting.

Hal tersebut juga yang menjadi sorotan dalam acara yang diadakan Nutrisi Untuk Bangsa (NUB) yang saya hadiri beberapa waktu lalu. Tujuan dari acara begitu jelas disampaikan oleh Bapak Arif Mujahidin, selaku Communication Director PT. Danone Indonesia, tentang pentingnya pemahaman orang tua dalam pemenuhan gizi anak, terutama di 1000 hari pertama kehidupan.

Acara yang diadakan NUB ini menghadirkan praktisi kesehatan yaitu dokter Nuraisyah Widjaja biasa disapa dokter Nuril dan Bidan Atik Kasiati. 
  
Dijelaskan oleh dokter Nuril, bahwa 1000 hari pertama kehidupan dimulai sejak anak dalam kandungan 0-9 bulan, kemudian sejak anak lahir hingga berusia 2 tahun. Dokter Nuril lebih menjelaskan tentang pentingnya nutrisi yang diberikan sejak anak lahir untuk memenuhi kecukupan gizi anak. Dimulai dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama, dilanjut dengan ASI ditambah MPASI sampai usia 12 bulan dan makanan keluarga setelahnya.

Yang cukup menggelitik saya adalah keseimbangan nutrisi yang harus diperhatikan saat memberikan MPASI pada anak. 

Dokter Nuril sempat menyinggung, bahwa anak sekarang sering lebih banyak diberikan wortel juga sayuran lain sebagai menu tunggal diawal MPASI. Hal ini mengingatkan saya, saat Mas Ziandra masih usia 7-8 bulan yang sempat mengalami kuning bukan karena sakit tetapi karena kebanyakan makan wortel, hahaha. Pemberian buah dan sayur (mikronutrient) memang tetapi tidak melulu hanya buah dan sayur saja yang diperhatikan. Atau di kasus lain, dokter Nuril juga menunjukkan bahwa juga nggak sedikit orang tua yang lebih memperhatikan asupan karbo dan protein (makronutrient) sehingga anaknya terkena anemia.

Jadi, memberikan anak makanan home made itu bagus, tetapi para ibu harus benar-benar tahu tentang kecukupan gizi yang diberikan kepada anaknya. 

Berikut ringkasan dari apa yang disampaikan oleh dokter Nuril:
  • Proses pertumbuhan yang pesat dimulai saat bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun
  • Kenaikan Berat Badan sesuai usia berbanding lurus dengan kenaikan panjang badan dan lingkar kepala.
  • Berat badan yang tidak naik sesuai usia pada fase pertumbuhan dua tahun pertama akan menyebabkan stunting
  • Pemberian MPASI harus memenuhi standar kekurangan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, protein) dan zat gizi mikro terutama yang mengandung protein hewani yang kaya zat besi.
  • Tidak ada pemberian menu tunggal 14 hari saat pemberian MPASI karena menu tunggal tidak mencukupi kadar zat besi, zinc, dan kalsium yang sudah tidak bisa dipenuhi oleh ASI.
Setelah dokter Nuril, penjelasan dilanjutkan oleh Bidan Atik yang membahas tentang pentingnya asupan untuk ibu hamil, yang pastinya berpengaruh pada janin. Bahkan dijelaskan oleh bidan Atik bahwa proses memperhatikan asupan makanan pada ibu ini dimulai sejak akan memiliki buah hati. Jika calon ibu sehat dengan kecukupan gizi baik maka akan buah hati yang dilahirkanpun akan sehat.


Saat hamil selain memperhatikan pemenuhan gizi untuk ibu, juga harus diperhatikan bahwa ibu harus juga melakukan komunikasi dengan bayi dalam kandungan. Bukan hanya seperti dengan memperdengarkan musik klasik atau membacakan dongeng, tetapi misal ibu akan makan maka sebaiknya juga mengajak bayi dalam kandungan berkomunikasi, seperti “ayo adik, makan ya biar sehat”. Dan selain dari ibu sendiri, peran penting berupa dukungan dari orang sekitar khususnya ayah juga tak kalah penting dalam menjalin komukasi dengan calon buah hati.

Selain peran ibu hamil itu sendiri, bidan Atik juga menjelaskan peran bidan dalam ikut serta memantau kehamilan. Jadi para orang tua harus tau bahwa ada peran ibu bidan yang tercakup dalam standart pelayanan antenatal, yaitu :

  • Timbang Badan dan mengukur Tinggi Badan
  • Ukur Tekanan Darah
  • Ukur status Gizi dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA)
  • Ukur Tinggi Fundus Uteri
  • Tentukan Presentasi dan Denyut Jantung Janin
  • Skrining Status dan Pemberian Imunisasi TT
  • Pemberian Tablet Besi (90 Tablet selama masa kehamilan)
  • Tes Laboratorium Sederhana (Hb, golongan darah, urine) dan atau berdasarkan indikasi yang ditentukan oleh pihak medis/bidan
  • Tata Laksana Kasus 
  • Temu Wicara atau konseling  
Selain hal tersebut Bidan Atik juga menjelaskan tentang undang-undang tentang perlindungan terhadap anak. Semua tertuang dalam undang-undang, hingga siapapun yang melanggar, semisal menghalangi pemberian ASI, akan terjerat dan mendapatkan hukuman.

Materi yang disampaikan oleh dua praktisi kesehatan tersebut cukup menarik dan benar-benar memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi para ibu, dan terutama calon ibu. Jika, materi yang diberikan oleh dokter Nuril dan Bidan Atik tentang kecukupan gizi, maka NUB juga memberikan demo memasak makanan yang tentunya berkecukupan gizi dan sehat.

Untuk demo masak ada 2 sesi, yang pertama oleh pemenang Lomba Kreasi Resep Danone yaitu Ibu Alina, dengan kreasinya agar-agar labu kuning. Dan yang kedua menghadirkan duo chef handal yaitu  Chef Rissa yang akan memasak ayam presto kelor dan katuk, dan Chef Revaldi yang akan membuat carrot dessert.







Makanan-makanan yang dihadirkan tentu saja sehat dan bisa dipraktekkan dirumah! Yey!


A post shared by inge (@noninge) on

Nggak menyesal rasanya hadir diacara yang diadakan oleh NUB walau cuacanya saat itu sebenarnya cocok untuk mager dan kruntelan dibawah selimut bersama duo bocah. Karena ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat dan mengedukasi. 

2 comments:

  1. Bener mbak, ilmunya bermanfaat banget.. bookmark deh😃

    ReplyDelete
  2. penasaran rasa carrot dessertnya deh hihi.. NUB selalu bagus acaranyaaa

    ReplyDelete