Pages

Jul 15, 2016

Masih kecil.

Akhir-akhir ini adik sering kali beralasan, aku kan masih kecil. Huft, antara lucu tapi juga PR buat saya. Saya sudah mulai meninggalkan alasan itu saat melarang anak-anak melakukan sesuatu. Kalau melarang alasannya harus jelas dan menghindari kalimat, kamu kan masih kecil. Sudah lama sih, saya tinggalkan kalimat itu.

Rupanya dia mulai meniru lagi saat kemarin kumpul saudara saat hari raya, ada ponakan yang memang usianya lebih muda dari Zianka, dan kalau apa-apa alasannya 'belum bisa, kan masih kecil'.


Seperti tulisan saya sebelumnya, Zianka bahkan bilang ke yanguti-nya... 'maka'nya belajar'. Naaaah, entah kenapa sekarang malah ikut-ikutan pakai alasan 'belum bisa, kan masih kecil.'?

Kalau dia beralasan seperti itu, jawaban saya sama seperti jawaban Zianka ke yangutinya, belajar!

Kadang, alasan 'masih kecil' ini bagi saya terlalu mengada-ada. Kalau anak nggak bileh makan cabe mungkin alasan itu masih masuk akal, tetapi ketika anak mulai memukul temannya saat marah, apa iya alasan itu masih bisa digunakan?

Ketika seorang anak menangis sampai gulung-gulung dilantai saat keinginannya tidak dituruti, apa alasan itu masih bijak digunakan.

Anak mungkin belum bisa membantu orang tuanya semacam menyapu, mengepel atau menata bajunya sendiri, alasan masih kecil mungkin masih bisa digunakan. Tapi bukan jadi alasan untuk kemudian membiarkan anak memberantakan mainannya, makan tercecer karena makan sambil mainan dan lari-lari.

 


Ajak anak sejak dini terlibat melakukan sesuatu sehingga nantinya bisa menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain.

2 comments:

  1. alasan yang klasik tapi jadi jurus ampuh waktu aku masih bocil juga ini hihi
    trus abis itu diteot (dijiwit) ibuk egegegeg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, jadi salah satu alasan menghindari tugas tuh...

      Delete