Pages

Jan 28, 2015

Master's Sun

Sudah lama sekali rasanya saya tidak lagi mengikuti sebuah serial drama korea di televisi. Alasannya banyak, salah satunya saya sering lupa jadwalnya atau yang paling sering sih jadwalnya bentrok dengan acara televisi yang biasa ditonton anak-anak. Jarang sekali acara serial begitu tayang saat jam anak-anak tidur.

Tapi beberapa waktu lalu ada salah satu serial drama korea yang begitu iklannya muncul sudah membuat penasaran. Di iklannya, sepertinya film tentang horror. Tapi karena ditayangkan siang hari jadi lumayan ada keberanian untuk nonton.



Master's Sun, drama korea yang dibalut cerita horror. Suka! 

Dalam satu drama semuanya dapet, horrornya yang kadang buat saya sembunyi dibalik bantal, lucunya yang buat ngakak, kisah cintanya yang makin lama makin buat haru. Ah, dapet banget lah pokoknya.

Perkembangan para tokoh yang begitu mengalir, ternyata juga banyak memberikan pelajaran tersendiri. Tentang bagaimana menerima, memahami, bahkan tentang melepaskan.

Dari itu semua, saya cukup kaget ternyata drama korea ini episodenya termasuk pendek. Hanya 17 episode, jika di tayangkan Senin - Jum'at maka hanya sebulan kurang saja. Rasanya kuraaaaaaang. Tapi itulah juga sisi yang buat saya kagum. Setelah saya ingat-ingat lagi, rasanya drama korea emang episodenya jarang yang sampai ratusan. Benar-benar menarik, dan lebih dikenang juga karenanya.

Selain itu, ada satu komentar suami yangbuat saya mengulum senyum. "Pemain wanitanya biasa aja ya."

Gong Hyo-Jin.


Saya nggak banyak ngikuti pemain korea, dan drama korea Gong Hyo-Jin yang saya ikuti sebelum ini hanyalah Pasta. Mungkin memang Gong Hyo-Jin bisa dibilang agak biasa jika dibanding beberapa  pemain lain, tetapi saya rasa di dua serial yang saya ikuti dia begitu pas dengan perannya.

Untuk pemain lain, saya suka dengan pemeran PresDir-nya ketika masih muda ;) dan rasanya pasangannya pun cocok.

   






Yang paling saya suka adalah bagaimana hubungan antara Joo Joong-Won dan Tae Gong-Shil berkembang. Yang awalnya Joong-Won merasa seperti terganggu dengan keberadaan Gong-Shil hingga akhirnya ia sendiri yang merasa berat melepaskan. 

Mungkin kalau di Indonesia orang akan menyebutnya 'tresna jalaran saka kulina'.

Tapi ketika keduanya merasa saling ingin melepaskan, ternyata bisa begitu mengharukan.

 
Beberapa quote yang aku suka dari film ini :

  • Don't start with seeing, start with believing.
  • Don't compete with your past, but rather expect great things from your feature, and love your present self.
  • Not hanging onto him was protecting him.


No comments:

Post a Comment