Mar 25, 2019

Perencanaan Keuangan Jangka Panjang : Reksadana Saham & Reksadana Campuran

Apa sih rencanamu 7 sampai 10 tahun kedepan?

Semua orang tentu punya keinginan untuk perjalanannya di 7 sampai 10 tahun kedepan atau bahkan lebih. Ada yang merencanakan dengan matang, tapi juga tak sedikit yang hanya serupa angan atau cita-cita.



Untuk saya, seorang ibu dengan dua orang anak, masa depan tentu tetap berkutat dengan dunia anak. 7-10 tahun kedepan tentu tak lepas dari dunia pendidikan anak-anak. Ya, karena mereka sekarang masih duduk di tingkat SD, tentu persiapan pendidikan paling tidak sampai mereka kuliah nanti.

Siapa yang tidak ingin memberikan anaknya pendidikan terbaik, terlebih jika mengetahui bahwa anaknya mampu. Begitupun dengan saya.

Sampai beberapa waktu lalu, perencanaan keuangan mungkin hanya sebatas menabung di bank, atau dibelikan aset kecil-kecilan berupa emas. Apakah itu salah? Tentu saja tidak, namun ada hal yang perlu diperhatikan juga.

Inflasi.

Kita tentu tidak dapat menghindari adanya inflasi. Terasa ataupun tidak terasa inflasi itu seperti hantu, dia ada namun kadang tidak terlihat.

Contoh kecilnya, jajanan yang dulu ketika masih kecil bisa kita beli dengan harga 25 perak, sekarang apa kabar? Bahkan uang pecahan 25 perak sepertinya sudah tidak ada. Itulah salah satu akibat inflasi.

Lalu bagaimana mengatasi inflasi ini?

Yaitu dengan berinvestasi dimana investasi tersebut dapat mengalahkan inflasi. Yaitu Reksadana.


Sudah sejak beberapa bulan yang lalu saya menghadiri Kopdar Investarian yang diadakan oleh Manulife.

Di pertemuan sebelum-sebelumnya kita dikenalkan pada bentuk investasi lain, yaitu Reksadana. Pertemuan Kedua dan Ketiga membahas lebih dalam, tentang Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap. Dan beberapa waktu lalu diadakan pertemuan ke empat yang membahas tentang Reksadana Campuran dan Reksadana Saham.

Nah, untuk perencanaan keuangan untuk jangka panjang yang paling tepat adalah reksadana campuran dan atau reksadana saham.
Jika sebelumnya dipembahasan Reksadana Pendapatan Tetap 80% modal harus diinvetasikan pada Obligasi, maka pada Reksadana Saham, 80% modal diinvetasikan di Saham.

Untuk investasi saham, bisa dilakukan secara mandiri juga bisa dilakukan melalui Reksadana.

Kekurangan dan kelebihannya adalah

Jika dilakukan secara mandiri :
- Dengan ilmu yang terbatas tentu makin tinggi resiko yang kita miliki saat memilih perusahaan tempat kita ingin menanamkan modal kita (perusahaan yang akan kita beli sahamnya).
- Modal yang diperlukan pun harus besar, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
- Meluangan banyak waktu untuk selalu memantau pergerakan saham setiap waktunya.

Jika melalui Reksadana Saham :
- Terdapat manager investasi yang akan membantu dalam memilih perusahaan yang tentunya bersih dan sehat.
- Modal yang dikeluarkan terjangkau karena dihimpun dari ribuan invetor.
-Pemantauan dilakukan oleh manager investasi.

Karena reksadan saham ini termasuk yang high risk high return, maka sangat cocok dilakukan untuk perencanaan jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan Reksadana Campuran?

Reksadana campuran adalah bentuk reksadana dimana racikannya sudah ditentukan diawal. Racikan disini maksudnya adalah berapa persen dari modal yang akan diletakkan di saham, berapa persen di pendapatan tetap dan berapa persen di pasar uang.

Reksadana Campuran ini bisa juga kita racik sendiri sesuai dengan tujuan dari investasi masing-masing orang. Dengan kunci, apabila kebutuhan untuk jangka pendek maka porsi paling besar diletakkan pada reksadana pasar uang atau pendapatan tetap, demikian juga sebaliknya.

Sudah semakin mengenal berbagai jenis Reksadana, maka kita bisa berinvestasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kita masing-masing.

Dengan adanya KlikMAMI.com dari Manulife maka semakin memudahkan kita untuk berinvestasi. Dimana dengan bermodal 10.000 rupiah kita sudah dapat berinvestasi dan mengalahkan inflasi.

Paling tidak, sedikit ayem ketika perencanaan keuangan untuk bekal pendidikan anak sudah mulai terencana dengan tepat.

No comments:

Post a Comment