Oct 15, 2018

Interlac - Solusi Masalah Pencernaan Anak

Melihat anak yang suka makan dan porsi makannya mulai banyak, tentu membuat hati orang tua langsung bunggah ya Mak. Dan itu juga salah satu faktor yang akhirnya bisa mendorong para emak-emak untuk makin rajin sambang dapur.


Rasanya ketika masakan yang kita sediakan habis, rasa capek selama prosesnya seperti tidak ada artinya ya.
Namun, jika dalam satu waktu tiba-tiba anak menjadi malas makan, nafsu makannya berkurang drastis tentu membuat orang tua menjadi was-was. Apa masakannya nggak enak, atau mungkin ada yang salah dengan pencernaan si kecil? Jangan-jangan si kecil sembelit?

Beruntungnya saya beberapa minggu yang lalu berkesempatan datang diacara Talkshow yang diadakan oleh INTERLAC, yang menghadirkan nara sumber dr. Intan Diana Sari, Sp.A.


Dalam talkshow tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil, tentang Mengenal Fakta dan Cara Penanganan Sembelit Pada Bayi dan Anak.

Mengenal tentang Sembelit.

- Tanda-tandanya. 

Saat anak mulai rewel, kemudian nafsu makan berkurang (jika pada bayi biasanya menolak untuk minum susu atau MPASI-nya), perlu diperhatikan juga frekuensi dan tekstur BAB dari si kecil. Karena tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa si kecil sedang sembelit, Mak.

Dalam kondiri tersebut si kecil mungkin merasa perutnya penuh dan menjadi tidak nyaman, karena tertahannya fases dalam usus besar karena adanya kesulitan dalam mengeluarkannya.

- Penyebabnya

Kok bisa masih kecil sudah mengalami sembelit?

Justru usia bayi dan anak-anak sangat rentan terserang masalah yang berhubungan dengan pencernaan, Mak. Salah satunya adalah sembelit.

Penyebabnya bisa karena perubahan pola makan, ketika anak mulai mencicipi MPASI atau makanan yang diberikan mulai padat, jika pencernaannya kurang terjaga bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit. Selain perubahan pola makan, bisa juga disebabkan ketika anak berganti susu formula dan tidak cocok untuk pencernaannya.

Selain itu juga ketika anak mengalami efek trauma, seperti saat anak mulai mengenal rasa jijik jika mendapati BAB dipospek. Karena rasa jijiknya tersebut anak menjadi trauma dan berujung dia menahan terus BABnya dan akhirnya berujung dengan sembelit.

Lalu, bagaimana mengatasi sembelit?

- Mengatasi sembelit

Tentu awalnya cari kira-kira apa penyebab anak menjadi sembelit. Dengan demikian bisa dengan mudah mencari cara paling tepat dalam mengatasi sembelitnya. Seperti apakah perlu mengkonsumsi obat pencahar atau obat soppositoria (obat yang dimasukkan melalui anus).

Tapi paling tidak hal awal yang harus dilakukan ketika anak sembelit adalah dengan perbanyak anak mengkonsumsi air putih, juga biasakan anak untuk makan makanan berserat seperti buah dan sayur.

Jika pada bayi bisa bisa dilakukan pijat perut dengan gerakan tertentu. Atau jika anak sudah mulai jijik ketika BAB dipospek, bisa mulai dilatih toilet training, Mak.

Nah ada satu hal baru buat saya yang dalam talkshow kemarin disebutkan, yaitu mengkonsumsi probiotik.

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah mikro organisme hidup yang bid dikonsumsikan pada jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penggunanya. Atau mungkin kita sering menyebutnya Bakteri Baik.

Dengan adanya bakteri baik dalam usus maka akan mengurangi resiko terkena gangguan pencernaan, Mak. Bukan hanya sembelit saja, tapi juga bisa mencegah seperti gumoh, kolik, dan diare.

Nah, dalam acara talkshow tersebut, selain dr. Intan hadir juga Bpk Moh. Nurhadi selaku Brand Manager Interbat, yang memperkenalkan INTERLAC.

Interlac, solusi bagi masalah pencernaan.

Interlac merupakan produk lisensi dari BioGaia, perusahaan dari Swedia, salah satu pelopor probiotik di dunia.

Yang paling menarik dari interlac adalah kandungan Lactobasilus reuteri Protectis, yang merupakan salah satu probiotik yang banyak diteliti di dunia dengan efikasi terbukti aman dan teruji klinis untuk segala usia. Selain itu interlac juga tidak mengandung lactose sehingga sangat aman diberikan untuk bayi di hari pertama kelahirannya.

Karena aman untuk segala usia, maka interlac mengeluarkan beberapa bentuk produk sesuai dengan jangkauan usianya.

- Interlac Drop


Untuk Interlac drop ini digunakan untuk bayi 0-12bulan, kocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Dianjurkan untuk menggunakan sendok saat pemberian, karena jika diteteskan langsung dan terkena liur bayi bisa mempengaruhi bakteri baik dalam botol.

Untuk Interlac drop ini, diberikan sebanyak 5 tetes dalam sekali pemberian. Dalam sehari hanya diberikan sebanyak 1x saja. Setelah digunakan baiknya disimpan di lemari es (bukan di frezer)

- Interlac Sachet


Untuk Interlac Sachet digunakan untuk balita usia 0-3tahun. Pemberian bisa dicampurkan pada susu atau makanan anak. Dalam satu hari dianjurkan hanya memberikan 1 sachet.

- Interlac Tablet Kunyah


Untuk Interlac Tablet Kunyah ada dua jenis, yaitu rasa strawberry dan rasa lemon. Untuk yang rasa strawberry digunakan untuk anak diatasi 4tahun sampai dengan 12tahun. Sedangkan untuk yang rasa lemon untuk anak di atas usia 12 tahun sampai orang dewasa. Diberikan sama, cukup 1 tablet untuk 1 hari.

Cara mendapatkan Interlac ini juga cukup mudah, bisa dibeli secara online (Mothercare.co.id / JD.ID / Orami) maupun offline (Guardian / Viva Health dan beberapa Baby Shop).

Kalau masih penasaran dengan Interlac bisa deh langsung kunjungi :

website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : interlacprobiotics

No comments:

Post a Comment